Advertisement
Advertisement
Advertisement
Hukum Bacaan Qunut pada Shalat Subuh, dan Pengertiannya, Qunut adalah salah satu sunat yang terdapat dalam sholat, qunut bisa diartikan pujian serta do'a seseorang yang dipanjatkan kepada Alloh SWT agar dapat menolak bahaya juga mendatangkan kebaikan, serta qunut berisikan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Qunut dilaksanakan setelah kita menyelesaikan ruku "i'tidal" sebelum melaksanakan sujud. Menurut Imam Syafii dan Imam Maliki qunut termasuk pada sunat muakkad ketika dilaksanakan pada sholat subuh, sedangkan sebagian pengikutnya ada yang berpendapat bahwa qunut hanya sunat biasa. pendapat ini didasarkan pada hadits, antara lain hadits Annas Bin Malik :
"Sesungguhnya Annas bin Malik ditanya : Apakah Nabi Muhammad SAW membaca qunut pada sholat subuh ? Maka Annas mengatakan : Ya. Berkata lagi Sahabat kepadanya : Apakah sebelum ruku atau sesudah ruku ? Anas berkata : Sesudah ruku. Dan sebagaimana diriwayatkan Ahmad dkk. Bahwa Annas berkata : Rasululloh SAW tidak pernah berhenti mengerjakan do'a qunut pada shalat subuh sampai beliau meninggal dunia".
Sebagian pengikut madzhab Maliki mengangggap harus ada do'a qunut pada waktu subuh, dan apabila tidak dikerjakan maka shalat itu tidak sah, sebagaimana disebutkan dalam kita "yasalunaka fidzini wal hayat" zuz IV halaman 23.
Menurut madzhab Hanafi dan Hambali,bacaan qunut pada shalat subuh itu tidak ada, pendapat ini didasrkan pada hadits Annas bin Malik :
"Sesengguhnya Nabi Muhammad SAW tidak pernah membaca qunut pada waktu sahalat subuh, kecuali pada saat mendo'akan suatu kaum. Dan diriwayatkan Zubair : Khulafaurrasyidin yang tiga (Abu Bakar, Umar, dan Ustman), sesungguhnya mereka tidak membaca do'a qunut pada shalat subuh".
Adapun bacaan qunut yang diamalkna Rasululloh SAW adalah sebagai berikut :
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
BACAAN LATIN ALLAHUMMAH-DINII FII-MAN HADAIIT, WA ‘AAFINII FII MAN ‘AAFAIIT, WA TAWALLA-NII FII MAN TAWALLAIIT WA BAARIK LII FII MAA A’-THAIIT, WA QINII SYARRA MAA QADHAIIT, INNAKA TAQDHII WA LAA YUQDHAA ‘ALAIIK, WA INNAHUU LAA YADZILLU MAW-WAA-LAIIT, WA LAA YA’IZZU MAN ‘AADAIIT, TABAARAK-TA RABBANAA WA TA’AALAIIT
Artinya : "Ya Alloh tunjukan aku sebagaimana mereka yang telah engkau tunjukan. Berikan kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah engkau peliharakan. Berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah engakau karuniakan. Lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menjatuhkan ketetapan untuk-Mu. Sesungguhnya tidak akan terhina orang Engkau jadikan wali-Mu. Tidak akan mulia orang yang menjadi musuh-Mu. Maha Mulia Engkau wahai Rab kami, dan Maha Tinggi".
Selanjutnya dipenghujung Bacaan Qunut diharuskan untuk membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, karena begitulah kebiasaan para sahabat mengamalkannya dimasa lalu. Al-Albani mengatakan dalam kitabnya
قد ثبت في حديث إمامة أبي بن كعب الناس في قيام رمضان أنه كان يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم في آخر القنوت و ذلك في عهد عمر رضي الله عنه رواه ابن خزيمة في صحيحه
Artinya : Terdapat hadis yang shahih bahwa Ubay bin Ka’ab mengimami para sahabat ketika taraweh ramadhan. Dan beliau membaca shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhir doa kunut. Dan itu terjadi di zaman Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu. Hadis ini diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya.
Demikianlah postingan saya pada kesempatan ini yang berisi Bacaan Qunut pada Shalat Subuh, Hukum, dan Pengertiannya, semoga bermanfaat bagi saya khususnya, umumnya bagi pembaca sekalian. Amiin
Advertisement
